Minggu, 10 Oktober 2010

Pembelajaran IPS dalam Era Globalisasi dan Keragaman Budaya

Sepintas antara globalisasi dengan keragaman budaya tampak ada kontradiksi. Globalisasi menyadarkan akan adanya kesamaan dalam kehidupan manusia di muka bumi ini, ada kesamaan kebutuhan dan keinginan, sementara keanekaragaman budaya mengajarkan adanya perbedaan di antara manusia sebagai pendukung kebudayaannya.
Pengajaran IPS berfungsi untuk membantu para siswa untuk menumbuhkembangkan kesadaran pentingnya pendekatan keanekaragaman budaya dalam memahami dan menyikapi globalisasi.

Pengajaran keanekaragaman dalam IPS harus mengandung tujuan, antara lain:
a. Mampu menstransformasikan bahwa sekolah akan memberikan pengalaman dan kesempatan yang sama pada semua siswa
b. Membimbing para siswa untuk mengembangkan sikap-sikap positif dalam mendekati masalah keanekaragaman budaya.
c. Memberikan ketrampilan dalam mengambil keputusan dan mengembangkan sikap-sikap sosial.
d. Membimbing para siswa menembangkan pengetahuan memahami saling keterhubungan dan ketergantungan budaya dan mampu melihatnya dari pandangan yang berbeda-beda.

Sementara pengajaran globalisasi dalam IPS harus mengandung tujuan :
a) Mampu memberikan pengertian tentang persamaan dalam perbedaan.
b) Membantu mengembangkan pemahaman adanya saling ketergantungan dan kesamaan budaya daripada perbedaannya
c) Membantu memahami kenyataan bahwa ada masalah-masalah yang dihadapi bersama
d) Membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap masalah-masalah dunia dan kemampuan menganalisis informasi yang diterimanya
Dari tujuan yang telah dirumuskan, jelas bahwa melalui pengajaran IPS diharapkan akan lahir generasi muda yang penuh pengertian akan keragaman budaya dan ikut bertanggung jawab dan peduli terhadap masalah dan isu global sesuai dengan tingkat pendidikan dan kematangan jiwa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar